08
Dec
09

Minum apa kali ini? Part-2

Laporan #2 : Shell, Super Extra

Untuk bulan ini ane nyoba ngisi bensin di Shell, suasanan pom bensin nya jelas lebih nyaman dan lebih luas di bandingkan dengan yang lain. Pelayanannya juga 4 jempol deh, ramah & nyantai banget suasananya.  Kebetulan pas ane ngisi bensin di Shell lagi ada promo Fantastis 88, jadi tiap ngisi Rp.15 ribu dapet 1 kupon scratch & win…ane dapet 9 kupon & ngga 1 pun dapet hadiah…isi tulisannya malah “Gosok lagi” -> ane ampe ngegosok 9x isinya sama semua >:(

Untuk kali ini ane rada-rada nekat dalam hal ngosongin tangki, kenapa begitu??? karena waktu brangkat dari rumah menuju pom bensin motor ane sempet mati gara2 kehabisan bensin…x( Alhasil jadilah tuh motor di miring-miringin, digoyang-goyang biar sisa-sisa bensinnya numplek semua. Bermodal tekat baja & niat untuk mendorong motor klo ampe mati lagi, ane ngebut menuju pom bensin yang jaraknya cuman 1 Km dari rumah…wakakakakakak

Sesampenya di TKP ane langsung ngisi bensin Shell Super Extra, “Mas…super extra full tank” :)

Kejadiannya sama deh dimana-mana klo ngisi full tank, pasti operator pompa bensin nya ngomong, “Isinya banyak juga ya mas, biasanya isi brapa?”

Ane kasi tau deh klo ngisi biasanya 16L – 18L, ehhh…bener aja tuh kejadiannya, karna kenekatan untuk ngosongin tangki bensin dapet juga tuh angka kramat 20L bensin.

*kembung…kembung…deh tuh Pulsar ane

Biasa deh penyakit klo abis ngisi full tank, ngebut-sengebut-ngebutnya…beda banget waktu bensin dah mulai tiris, lampu indicator dah menyala-nyala & res udah kepake 60Km-an, jalannya ngga lebih dari gigi 3….he3x

Anyway, so far make super extra adem ayem aja, tinggal liat aja bener ato ngga make Shell lebih irit dibanding merk lain.

30
Oct
09

Minum apa kali ini? Part-1

Laporan #1 : Pertamina Pasti Pas, Premium

Jadi ceritanya kemarin ane abis ngisi bensin Pulsar ane niy di Pertamina Pasti Pas deket Pondok Indah Mall 1. Kondisi tangki keadaannya hampir kosong dan Res udah kepake sekitar 50 KM-an. Jadilah ane melipir ke SPBU terdekat, ane bilang deh ke si Mba’e nya (yang masih tersenyum lelah karena sudah senyum sejak siang sampe malem, secara kebijakan perusahaan mengharuskan dia untuk senyum ke setiap pelanggan)…

Chazzy13 : “Mba isi Premium, full tank”
Mba’e Pasti Pas : “Dimulai dari angka nol ya pak!”
Chazzy13 : “Iya…”

Sambil plangak-plongok nungguin tangki diisi, dubidu…bidu….koq lama aja ya??? Makin ngga enak ma yang ngantri di blakang ane tatapannya mulai pada sinis & menunjukkan ekspresi ngga sabaran. Akhirnya setelah tangki penuh ane minta deh tuh bon bensin nya (ngarep2 kali aja bisa di reimburse ke kantor).

Ternyata disitu kecetak klo Pulsar ane abis nenggak 18.16 L Premium, mungkin ini salah satu sebab kenapa ane suka ma Pulsar… KAPASITAS TANGKI yang maknyosss \\(^o^)// yeay…. jadi ga perlu sering-sering mampir ke SPBU tiap bensin abis. Dulu siy ane sempet ngisi ampe 20 L sekali ngisi, cuman ane juga bingung koq bisa ya nyampe 20 L, wong di buku panduannya aja kapasitas tangki Pulsar itu 16 L + 2 L (Res) = 18 L.

Pertamina Pasti Pas - Premium

Bon Pertamina Pasti Pas - Premium

Tapi anehnya klo ane ngisi di Shell ngga pernah bisa lebih dari 18 L walaupun keadaan tangki bensinnya termasuk miris alias dah mulai ndut2an kehabisan bensin. Apakah karena di Shell itu bensin nya lebih padet? Ato gara-gara beda di meterannya aja? Cuman sejauh ini siy ane emang jauh lebih puas kalo ngisi bensin di Shell, kayanya worthed aja ngisi Shell Super Extra dibandingin ngisi Pertamax Plus.

(Maaf sebelumnya, bukannya ane ngga cinta ma produk Indonesia ato ngga Nasionalis, cuman kita berbicara dari sisi konsumen aja. Mana ada siy konsumen yang mo rugi atau dapet barang jelek…’tul ngga?)

Anyway, kedepannya ane bakalan trus update blog ini setiap ngisi bensin dari keadaan “miris” sampe ke kondisi “ceria” dan berganti merk mulai dari Pertamina, ke Shell, trus ke Petronas sampe ke Total.

(Yang terakhir ini merk bensin loh bukan toko buah…he3x)

*Moga-moga Pulsar ane ngga mules karna harus gonta-ganti bensin tiap kali dia haus…(^_^)

NB :  Buat yang belum tau, SPBU itu singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum : )

.

.

.

UPDATE :

Hasil full tank kemarin itu ane nembus 788.5Km dari hasil ngisi 18.16L, klo ane itung-itung :

788.5Km / 18.16L = 43,41Km / 1L

Jadi ya lumayan iritlah, masih 1 : 40an untuk 1 liter bensin

28
Sep
09

The New Bajaj Pulsar 150 DTS-i dan Pulsar 180 DTS-i UG4 (Up Grade 4)

Pulsar 2009 Edition

Pulsar 2009 Edition

Bajaj Pulsar 180 DTS-i UG4 Plasma Blue

Bajaj Pulsar 180 DTS-i UG4 Plasma Blue

Bajaj Pulsar 180 DTS-i UG4 Cocktail Wine Red

Bajaj Pulsar 180 DTS-i UG4 Cocktail Wine Red























Bajaj Pulsar 150 DTS-i dan Pulsar 180 DTS-i UG4 (Up Grade 4)

Setelah banyak kabar yang simpang siur baik itu di dunia maya (forum, portal, blog) ataupun didunia nyata (dealer, sales, komunitas/ club). Ternyata gossip yang berhembuskan mengenai Pulsar 180 versi baru memang benar. Perubahan-perubahan tidak hanya disisi visual saja tapi disisi engine-nya juga mengalami perubahan.

Secara keseluruhan lineup Pulsar ditahun 2009 ini mengalami facelift (kecuali P200 karna sudah discontinue sejak Juli 2009 dan P220 yang masih dalam tahap pengembangan untuk upgrade-nya), dimana kebanyakan mengadopsi dari P200. Untuk tangki semua varian Pulsar sudah menggunakan Tank Flaps dan emblem serta logo Bajaj Pulsar sudah dalam bentuk chromed 3D emboss. Front fork dan shock breaker belakang juga memakai punya P200. Untuk panel indikator sendiri berganti background dari yang tadinya hitam total menjadi carbon look.

Berikut akan dibahas perubahan-perubahan yang lebih mendetail untuk P150 dan P180 UG4 2009 Edition.



New Bajaj Pulsar 150cc (2009)

Di India sendiri untuk line up Pulsar sudah dikeluarkan yang versi 150cc (bukan XCD) sejak tahun 2001, namun baru tahun 2006 P150 mengambil bentuk seperti P 180. Versi ini dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang menginginkan motor yang lebih irit namun memiliki tampilan yang lebih gagah dan macho. Maka P150 pun diluncurkan, tidak terlalu berbeda jauh dari versi  180 & 200, semua line up Bajaj Pulsar (versi 2009) sekarang sudah menggunakan tank flaps dan menggunakan logo serta emblem  Bajaj Pulsar yang di chrome & timbul (3D emboss). Sedangkan untuk sistem kelistrikannya sendiri sudah menganut DC (Direct Current). Selain itu semuanya masih relative sama, jadi ibaratnya Pulsar 180 DTS-i cuman diganti tangki bensin sama kapasitas mesinnya diturunin jadi 150cc  jadi deh Bajaj Pulsar 150 DTS-i.

Tank flaps pada tangki New P150

Tank flaps pada tangki New P150

Logo & emblem 3D emboss pada New P150

Logo & emblem 3D emboss pada New P150

Sricker 150 DTS-i pada buntut samping New P150 DTS-i

Sticker 150 DTS-i pada buntut samping New P150 DTS-i

Tampak samping New P150 edisi 2009 (UG4)

Tampak samping New P150 edisi 2009 (UG4)

Tampak samping P150 edisi 2008 (UG3)

Tampak samping P150 edisi 2008 (UG3)





Bajaj Pulsar 180 DTS-i UG4

Sedangkan untuk P180 versi 2009 ini, perubahan yang tampak lumayan banyak. Mulai dari depan, stang sudah menggunakan stang jepit seperti pada P220, kemudian tangki sama kaya P150 sudah mengadopsi dari adiknya P200 dengan tank flaps dan logo 3D chrome. Kemudian mundur ke jok, yang tadinya jok pada P180 menjadi satu antara rider dan boncenger sekarang jok sudah tingkat 2 alias jok terpisah sama persis kaya P200. Handle bar blakang juga sudah mengadopsi milik P200. Tutup rantai juga sudah memakai punya P200.

Penggunaan stang jepit dan perubahan pada background panel indicator

Penggunaan stang jepit dan perubahan pada background panel indicator

Stang & panel indikator pada P180 model lawas

Stang & panel indikator pada P180 model lawas

Penggunaan jok tingkat dan Handle Grip tanduk P180 UG4

Penggunaan jok tingkat dan Handle Grip tanduk P180 UG4

Bentuk jok pada P180 UG3

Bentuk jok pada P180 UG3

Turun kebawah untuk kaki-kaki, P180 UG4 lagi-lagi sudah mengadopsi kaki-kaki milik P200 (kecuali front fork yang mengadopsi milik P220), swing arm oval, penggunaan ban yang lebih besar, shock depan & belakang hingga footstep depan & belakang juga sudah memakai parts P200 (penggantian gear pakai system congkel). Kick starter pun sudah digusur, hingga tampilannya benar2 mirip dengan P200 yang sudah banyak beredar ditanah air.

Front fork & disk brake P200 pada P180 UG4

Front fork & disk brake P220 pada P180 UG4

Shock P200 pada P180 UG4

Shock P200 pada P180 UG4

Penggunaan swing arm P200 pada P180 UG4

Penggunaan swing arm oval P200 pada P180 UG4

Penggunaan ban tubeless tapak lebar pada P180 UG4

Penggunaan ban tubeless tapak lebar pada P180 UG4

Mungkin beberapa hal yang masih tampak sama dengan model terdahulunya hanyalah sticker pada bagian buntut kanan dan kiri serta knalpot yang masih berwarna hitam. Walaupun masih menggunakan knalpot yang lama, namun sudut kemiringan knalpot sudah dirubah sehingga terlihat lebih sporty.

Satu-satunya identitas P180 UG4 setelah mengalami perombakan total (*selain knalpot)

Satu-satunya identitas P180 UG4 setelah mengalami perombakan total (*selain knalpot)

The New P180 DTS-i UG4

Knalpot P180 UG4 dengan sudut yang sedikit berubah

Untuk starter P180 sudah menggunakan full elektrik dan tidak lagi menggunakan kick starter. Padahal dengan absennya kick starter pada P200 menjadi salah satu alasan kenapa P200 kurang laku dipasaran. Entah kenapa pihak Bajaj India mengambil langkah ini, mungkin karena melihat dari kasus P220 dimana walaupun motor tidak pernah dinyalakan selama berminggu-minggu namun ketika dinyalakan motor tidak mengalami kesulitan ketika distarter. Oh iya ada satu lagi perubahan yang cukup mengganggu, yaitu klakson pada Pulsar yang suaranya diperkecil.

Tampilan baru engine P180 UG4

Tampilan baru engine P180 UG4 klimis tanpa kick starter

Klakson P180 UG4 yang lebih kecil dari pendahulunya

Klakson P180 UG4 yang lebih kecil dari pendahulunya

Dari hasil penambahan “aksesoris” diatas, otomatis bobot si New P180 ini pun naik 4Kg. Tapi jangan takut, walaupun bobot bertambah 4Kg, pihak Bajaj India sudah menambahkan power pada mesin P180 UG4, yang dulunya hanya 14.9PS (Pferdestärke/ Horse Power) pada engine versi 2009 ini terjadi peningkatan tenaga menjadi 17PS. Untuk kelistrikan sendiri, P180 sudah menganut system DC sama seperti P150.

Tampak samping P180 UG4

Tampak samping P180 UG4

Tampak samping P180 UG3

Tampak samping P180 UG3





Sumber :
http://www.jamespot.com/a/138125-Review-of-Bajaj-Pulsar-DTSi-UG-IV-IndianBikers-co-cc.html
http://www.motorbeam.com/bikes/bajaj-pulsar-bikes/2009-bajaj-pulsar-180-ug-iv-review/
http://www.motorbeam.com/bikes/bajaj-pulsar-bikes/2009-bajaj-pulsar-150-180-upgrade-pictures/
http://carandbikeblog.com/2009/05/04/2009-bajaj-pulsar-ug4-pictures-images/
http://bikeadvice.in/bajaj-pulsar-150cc-dts-i-review/
http://www.vicky.in/straightfrmtheheart/2009-bajaj-pulsar-150cc-pictures/
http://en.wikipedia.org/wiki/Bajaj_Pulsar
http://pagefortroy.blogspot.com/2009/05/2009-pulsar-180-and-pulsar-150-first.html
http://comfort-bike.blogspot.com/2009/07/bajaj-pulsar-150cc-dtsi-feel-difference.html
http://bikeadvice.in/bajaj-pulsar-220cc-dtsi-review/
http://www.prides-online.com/viewtopic.php?f=10&t=1982&sid=ca77d1e88dbd64d4bddc316cb1f6bfdb




Authors

Blog Stats

  • 1,509 KM

My twitter

  • Bangun ksiangan gara2 nongkrong ampe jam 3 pagi. Seru kebut2an dPondok Indah, posisi ud nunduk tiba2 dilibas ma seekor kucing hitam...sial 24 minutes ago
  • akhirnya beres jg ganti kopling ninin, msh blm trasa siy perbedaannya, ntar malem mo coba ngetes di pondok indah...gaspol #niteriding 19 hours ago
  • @cesarsidolisa gokil lu wisata lendir, emangnya mo kpeternakan belut??? 21 hours ago
  • Demi mengejar performa tpaksa merelakan rumah kopling dibolongin. Yg penting akselerasi mningkat. 22 hours ago
  • Gokil BSD panasnya dh kaya oven. Akhirnya motor gw naek jg, ga sabar pengen ngrasain make kampas kopling ninin 22 hours ago

Categories

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives